Serang – kemajuanrakyat.id-Wakil Bupati Serang, H. Najib Hamas, SE, MM mengimbau masyarakat Kabupaten Serang untuk tidak melakukan aksi panik membeli atau memborong kebutuhan pokok menjelang libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia mengatakan, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam berbelanja agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan inflasi dapat dikendalikan.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Serang menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Serang dalam menghadapi liburan Idulfitri. Di 7 hari terakhir Ramadan ini mari kita sama-sama meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan,” ujar Najib kepada wartawan Kamis, (12/3/2026).
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan aksi panic buying atau memborong sembako, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari, karena dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
“Belilah kebutuhan pokok menjelang Idulfitri sesuai kebutuhan saja. Saya juga mengimbau para pedagang agar tidak menumpuk stok yang melebihi kapasitas, tetapi disesuaikan dengan daya beli masyarakat,” katanya.
Menurut Najib, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Serang juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan inflasi, salah satunya melalui operasi pasar di sejumlah kecamatan.
“Dari 29 kecamatan, hampir 15 kecamatan sudah dilaksanakan operasi pasar. Pada pekan ini juga akan dilaksanakan di tiga titik lagi,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Serang juga melakukan pemantauan langsung ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Najib mengungkapkan, pada Rabu (11/3/2026) malam, dirinya bersama Bupati Serang meninjau Pasar Cikande Permai setelah menghadiri kegiatan safari Ramadan di Kecamatan Cikande.
Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas yang dinilai wajar.
“Memang ada kenaikan harga, seperti telur yang sebelumnya Rp.28.000 menjadi Rp.30.000 / kilogram, namun masih terjangkau. Kemudian cabai rawit yang mengalami kenaikan cukup tinggi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, harganya sudah mencapai Rp.93.000 / kilogram,” ungkapnya.
Ia berharap dengan pola konsumsi masyarakat yang wajar serta pedagang yang tidak menumpuk stok, harga bahan pokok dapat tetap terkendali menjelang Idulfitri.
“Saya berharap dengan konsumsi yang sesuai kebutuhan dan pedagang tidak menumpuk stok, harga-harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)











Komentar