oleh

Audiensi Kumala, Sekretaris Dindikbud Banten Siapkan Tindak Lanjut Aspirasi

Banten– kemajuanrakyat.id-Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten, Rachmat Tamam, menerima audiensi Kumala. Audiensi membahas berbagai persoalan di Kabupaten Lebak, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Rachmat mengatakan, sejumlah aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengingat sebagian kewenangan berada di pemerintah kabupaten.

“Semua masukan sudah kami catat dan akan dituangkan dalam surat resmi hasil audiensi untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Lebak,” ujarnya kepada wartawan usai menerima audiensi Kumala di halaman Setda Provinsi Banten, Rabu (6/5/2026).

Di bidang pendidikan, pemerintah mendorong penguatan pendidikan nonformal melalui penambahan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai penyelenggara program kesetaraan Paket A, B, dan C.

Menurut Rachmat, langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan pembangunan sekolah baru yang membutuhkan anggaran besar.

Selain itu, program Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Sosial RI melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa juga menjadi bagian dari solusi pemerataan pendidikan.

Sementara itu, kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan akses jalan tanah di sejumlah wilayah Lebak menjadi perhatian dan akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR.

Lebih lanjut, ia menyebut program “satu desa satu sarjana” yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, juga menjadi bagian dari pembahasan. Salah satu wilayah yang menjadi catatan khusus adalah Pulau Tunda, terutama terkait akses pendidikan dan kesehatan.

Terkait sektor kesehatan, pemerintah juga membuka peluang beasiswa fakultas kedokteran bagi siswa kurang mampu. Namun demikian, Rachmat mengakui masih terdapat tantangan dalam pemerataan akses, di mana sebagian besar penerima manfaat berasal dari kalangan tertentu.

“Ke depan, ini akan menjadi perhatian bersama, agar akses pendidikan dan kesehatan bisa lebih merata dan tepat sasaran,” pungkasnya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed