Kota Serang– kemajuanrakyat.id-Di tengah meningkatnya tensi sosial politik belakangan ini, Akademisi, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd menyerukan pentingnya peran semua elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mencegah potensi kerusuhan sosial yang lebih luas.
Prof. Wawan menyampaikan bahwa dalam kondisi sosial yang mengarah pada instabilitas, dibutuhkan sosok-sosok yang mampu menjadi penyeimbang.
“Bagaimanapun, saya melihat peran kita ini seperti pawang di tengah hutan yang ganas. Kita harus meredam, mencegah agar tidak semakin banyak korban, apalagi sampai terjadi kerusuhan sosial yang tak bisa dikendalikan. Jika dibiarkan, semua akan rugi, baik di bidang pendidikan, sosial, budaya, maupun politik,” ujar Prof. Wawan kepada wartawan. Sabtu, (30/8/2025).
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menimpa dua pihak yang menjadi sorotan sdr. Affan, seorang pengemudi ojek daring (ojol), dan sdr. Agra, seorang siswa SMKN 2 Kota Serang. Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, pemerintah khususnya Presiden, telah mengambil langkah-langkah terukur. Maka dari itu, publik diminta memberi ruang kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan.
“Kalau semuanya dibiarkan tanpa kontrol, lalu untuk apa ada pemerintah? Ini saatnya kita bersinergi untuk menciptakan solusi. Semua lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif harus jadi teladan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa dalam pengambilan kebijakan strategis seperti kenaikan pajak, perlu ada komunikasi dan konsultasi yang matang lintas lembaga. Ia menyayangkan jika proses-proses penting justru dilakukan secara terburu-buru dan tanpa transparansi.
“Keputusan DPR pun mestinya diawali dengan komunikasi. Jangan ada yang mempermainkan hukum. Semua pihak harus menjaga moral, jaga lisan. Lebih baik banyak bersyukur daripada euforia yang tidak pada tempatnya. Itu yang membuat masyarakat marah, dan kemarahan itu hanya bisa diredam jika ada perbaikan nyata,” tambahnya.
Prof. Wawan mengingatkan bahwa hampir 90 persen persoalan sosial bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
“Mari kita sama-sama ciptakan kondusifitas. Fokus pada dua hal perbaikan dan kebaikan. Jangan sampai sarana prasarana yang kita bangun rusak karena tindakan anarkis. Yang rugi, kita sendiri,” pungkasnya.
( Yuyi Rohmatunisa)
Komentar