oleh

Wakasek Kesiswaan SMKN 2 Kota Serang Imbau Siswa Tak Keluar Malam, “Itu Bukan Dunia Kalian”

Kota Serang – kemajuanrakyat.id-Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Serang, Erminawati, S.Pd, mengimbau para siswa untuk tidak keluar malam tanpa keperluan yang jelas. Sebagai respons atas kejadian yang melibatkan sejumlah pelajar baru-baru ini.

“Saya dari pihak sekolah sangat prihatin. Sejak awal kami tidak pernah berhenti mengingatkan anak-anak agar menjaga perilaku, terutama demi masa depan mereka dan agar bisa membanggakan orang tua,” ujar Erminawati kepada wartawan Kamis, (28/8/2025).

Ia menegaskan bahwa waktu malam bukanlah waktu yang tepat bagi pelajar untuk berkegiatan di luar rumah, kecuali untuk kepentingan yang mendesak seperti pekerjaan. “Malam itu bukan dunia kalian, anak-anak. Itu waktunya istirahat. Kecuali memang ada tugas atau kerja, malam bukan saatnya kalian berada di luar,” lanjutnya.

Sekolah juga rutin menyampaikan informasi dan himbauan melalui wali kelas dan grup komunikasi orang tua. Bahkan setiap pagi, sekolah mengadakan tausiah dan menyampaikan pesan moral kepada siswa, termasuk menyikapi kejadian-kejadian yang bisa menjadi pelajaran bersama.

Menurutnya, tugas utama siswa adalah belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan berkeliaran tanpa arah.

“Apa sih yang didapat dari keluar malam? Saya sebagai guru kadang lebih banyak menyampaikan nasihat daripada materi pelajaran, karena saya anggap mereka seperti anak saya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa proses belajar tidak hanya tentang kecerdasan akademik, tapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai spiritual.

“Belajar bisa dari mana saja, termasuk internet. Tapi pendidikan karakter, spiritual, dan kepribadian tidak bisa dipelajari dari internet begitu saja. Itu peran guru,” tambahnya.

Erminawati juga menjelaskan bahwa pihak sekolah selalu menjalin komunikasi aktif dengan orang tua siswa melalui pertemuan dan rapat rutin. Dalam setiap kesempatan, pihak sekolah menyampaikan peraturan serta tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan, dan mengajak orang tua untuk terlibat aktif.

“Kita selalu tekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua. Bahkan saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), kami libatkan pihak kepolisian, masyarakat, dan BNN untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya penyimpangan dan kekerasan,” jelasnya.

Terkait keterlibatan aparat keamanan dalam menangani kenakalan remaja, Erminawati menyampaikan pesan moral kepada pihak kepolisian agar menghindari penggunaan kekerasan fisik dalam penanganannya.

“Se-nakal-nakalnya anak, jangan gunakan kekerasan. Kami guru saja berpikir berkali-kali untuk menegur secara fisik, karena saat ini posisi guru juga serba terbatas. Anak-anak ini sedang mencari jati diri, tidak perlu kekerasan untuk mendidik mereka,” tutupnya.

( Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed