oleh

Tak Ditemui DLH, Mahasiswa Gunungkencana Siap Kepung Pendopo Lebak

Lebak– kemajuanrakayat.id-Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (Himaguna) menyatakan kekecewaannya terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak yang dinilai tidak responsif terhadap persoalan darurat sampah di Kecamatan Gunungkencana. Kekecewaan tersebut disampaikan setelah aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor DLH Lebak tidak direspons oleh pimpinan instansi.

Massa aksi yang berorasi selama lebih dari satu jam menyayangkan tidak adanya perwakilan DLH, termasuk kepala dinas, yang menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Aksi tersebut menyoroti buruknya pengelolaan sampah, khususnya terkait keberadaan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di Gunungkencana.

Ketua Umum Himaguna, Pahru Roji, mengatakan sikap DLH tersebut mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

“Kami sudah menyampaikan aspirasi secara terbuka, namun tidak satu pun pejabat DLH keluar menemui kami. Ini menunjukkan ketidakseriusan mereka dalam menangani persoalan sampah yang sudah lama dikeluhkan masyarakat,” ujar Pahru Jum’at, (9/1/2026).

Menurut Himaguna, permasalahan sampah di Gunungkencana dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya, pengangkutan sampah yang tidak sesuai kesepakatan, lokasi TPSS yang berada di pinggir jalan utama, serta keterbatasan fasilitas yang menyebabkan TPSS desa menampung sampah dari berbagai wilayah.

Himaguna juga menyebutkan bahwa pengangkutan sampah yang sebelumnya dijanjikan sebanyak empat kali dalam sebulan tidak berjalan optimal, sehingga sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap serta gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

Dalam aksi, Himaguna menyampaikan 11 tuntutan kepada DLH Kabupaten Lebak, di antaranya pembangunan TPSS yang layak dan sesuai standar, penyediaan armada pengangkut sampah secara rutin, pengadaan tong sampah di ruang publik, pembentukan bank sampah di setiap desa, hingga evaluasi kinerja pegawai DLH.

Sebagai tindak lanjut, Himaguna menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dengan sasaran Pendopo Bupati Lebak. Langkah diambil sebagai bentuk upaya agar aspirasi masyarakat Gunungkencana mendapat perhatian langsung dari kepala daerah.

“Jika DLH tidak mampu mendengar, maka kami akan menyampaikan langsung kepada Bupati Lebak. Kami berharap ada evaluasi serius dan solusi konkret untuk persoalan sampah di Gunungkencana,” tegas Pahru.

Himaguna mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya Bupati Lebak, untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala DLH serta membangun TPSS baru yang lokasinya lebih aman, jauh dari jalan raya, dan dapat diakses secara layak oleh seluruh masyarakat Kecamatan Gunungkencana.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed