oleh

Silaturahmi Delegasi Indonesia di Jenewa Perkokoh Kemitraan Tripartit

Jenewa, Swiss – kemajuanrakyat.id -Delegasi tripartit Indonesia yang mengikuti rangkaian sidang pleno International Labour Conference (ILC) Session 114 menggelar kegiatan silaturahmi dan ramah tamah di Jenewa, Swiss, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00 hingga 20.00 waktu setempat itu menjadi ajang memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara unsur pemerintah, pekerja, dan pengusaha Indonesia dalam menghadapi berbagai isu ketenagakerjaan global.

Kegiatan tersebut dihadiri 132 peserta yang terdiri atas perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian PPN/Bappenas, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta delegasi pekerja dan pengusaha Indonesia yang mengikuti ILC 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Indah Anggoro Putri, yang membuka acara tersebut menegaskan pentingnya menjaga sinergi tripartit Indonesia dalam merespons dinamika ketenagakerjaan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Sidarto R. Suryodipuro, mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif seluruh delegasi Indonesia selama pelaksanaan ILC 2026.

“Selamat datang di Jenewa. Saya berharap seluruh delegasi dapat terus menjaga nama baik Indonesia, menunjukkan profesionalisme, serta memperkuat citra positif bangsa dalam berbagai forum internasional,” ujar Sidarto.

Ketua Delegasi Pekerja Indonesia, Johanes Dartha Pakpahan, mengatakan semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan ILC harus terus dilanjutkan setelah para delegasi kembali ke Tanah Air.

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha harus terus berlanjut ketika kembali ke Indonesia. Dialog sosial yang kuat menjadi kunci dalam melahirkan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan buruh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Delegasi Pengusaha Indonesia, Bob Azam, menilai hubungan yang harmonis antara pengusaha dan pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga iklim usaha yang kondusif.

“Kita harus bersama-sama menjaga kondusivitas industri. Pengusaha dan serikat pekerja adalah mitra strategis yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan perusahaan, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.

Puncak kegiatan diisi dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli. Menurutnya, kolaborasi tripartit harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Kebersamaan tripartit harus terus dijaga. Jika hubungan industrial berjalan harmonis, maka industri akan maju, investasi berkembang, dan pekerja akan semakin sejahtera. Semangat kolaborasi inilah yang harus terus kita bangun, baik di forum internasional maupun ketika kembali ke Indonesia,” tegas Yassierli.

Sementara itu, salah seorang delegasi pekerja Indonesia dari KSPSI Jumhur Hidayat, H. Dewa Sukma Kelana, SH, MKn, berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama ILC 2026 dapat diwujudkan dalam praktik hubungan industrial di Indonesia.

Menurut Dewa, kemitraan antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha harus mampu memberikan manfaat nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional tanpa mengabaikan peran masing-masing pihak.

“Kolaborasi tripartit harus mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Pemerintah, pekerja, dan pengusaha memiliki peran masing-masing yang harus dijalankan secara seimbang untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Prinsipnya adalah menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, sehingga hubungan industrial yang harmonis tetap terjaga,” katanya.

Dewa yang juga menjabat Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten, Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, serta dosen Universitas Pamulang Kampus Serang menambahkan bahwa pekerja dan pengusaha merupakan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Jika perusahaan berkembang, pekerja sejahtera, dan pemerintah mampu menghadirkan regulasi yang berkeadilan, maka hubungan industrial yang harmonis dan produktif akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Melalui semangat “Merah Putih di Dada, Indonesia di Hati”, kegiatan silaturahmi tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan unsur tripartit Indonesia dalam memperjuangkan pekerjaan layak, keadilan sosial, pertumbuhan industri yang berkelanjutan, serta kesejahteraan pekerja di tingkat nasional maupun internasional.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed