Pandeglang – kemajuanrakyat.id-Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Mogana, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Pemanfaatan Eco Enzym dan Pengukuran Tingkat Keasaman (pH) Tanah yang berlangsung di RW 01 Kampung Mogana, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa, di antaranya tokoh masyarakat Abah Yoki, Penjabat (PJ) Desa Mogana Encep U Kholid, S.P., perwakilan kelompok tani (Poktan) Juli, perangkat desa Mustari, para ketua RW 01 hingga RW 03, serta perwakilan PKK Desa Mogana, Siti Parhat. Sosialisasi juga menghadirkan narasumber utama Dr. Dewi Firnia, S.P., M.P., dosen dan Ketua Jurusan Agroekoteknologi di Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Humas KKM Desa Mogana, Hikmat Ardiansyah, mengatakan kegiatan merupakan bagian dari program kerja mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya petani, terkait pertanian ramah lingkungan.
“Kegiatan ini kami rancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesuburan tanah serta mengenalkan alternatif pupuk organik yang mudah dibuat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Hikmat, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan tanpa pengelolaan tanah yang baik menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan pertanian di desa. Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana bagi petani.
“Kita ingin petani mengetahui kondisi tanahnya terlebih dahulu melalui pengukuran pH, sehingga penggunaan pupuk bisa lebih tepat dan tidak merusak tanah dalam jangka panjang,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Dewi Firnia, S.P, M.P menjelaskan bahwa eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi bau limbah, serta menjadi alternatif pupuk organik yang ekonomis dan mudah diaplikasikan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan eco enzym dan simulasi pengukuran pH tanah. Hal tersebut membuat suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari warga.
Melalui kegiatan ini mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara mandiri.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat diterapkan langsung oleh warga di lahan pertanian masing-masing, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Melalui program kerja mahasiswa KKM Desa Mogana berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung sektor pertanian desa serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi sederhana berbasis lingkungan demi kesejahteraan petani.
(Yuyi Rohmatunisa)














Komentar