Sumedang — kemajuanrakyat.id-Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi membuka Upacara Adat Ngalaksa 2026 di Geo Theater Rancakalong, Selasa, sebagai bagian dari tradisi tahunan masyarakat dalam mensyukuri hasil panen.
Kegiatan yang mengusung tema “Nata budaya, mumusti tradisi, nutur galur para sepuh kapungkur” ini dihadiri Bupati Sumedang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, serta Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma.
Camat Rancakalong menyampaikan bahwa Ngalaksa merupakan warisan budaya yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong dan menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Prosesi pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan tarian tradisional Ngalaksa yang sarat makna simbolik. Tarian tersebut menggambarkan doa dan harapan masyarakat terhadap keberkahan hasil bumi. Ratusan pelajar dan warga yang hadir dengan mengenakan pakaian adat Sunda turut menyaksikan jalannya acara.
Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma mengatakan pelestarian budaya lokal penting dalam membangun karakter dan identitas bangsa.
“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap tradisi dapat terus ditanamkan, termasuk dalam pembinaan warga binaan,” tegasnya.
Ngalaksa 2026 akan berlangsung hingga 10 Mei dengan berbagai agenda, seperti pameran UMKM, pentas seni, serta diskusi budaya dan sejarah lokal yang dipusatkan di kawasan Geo Theater Rancakalong.
Pembukaan acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
(Yuyi Rohmatunisa)











Komentar