oleh

Kemenag Serang Ingatkan Pentingnya Objektivitas Penilaian MTQ

Serang — kemajuanrakyat.id-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang, H. Uesul Qurni, SH, menegaskan pentingnya penerapan standarisasi dan seleksi ketat dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) guna meningkatkan kualitas prestasi sekaligus mencegah praktik subjektivitas dan nepotisme.

Penegasan disampaikan H. Uesul Qurni saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Serang yang digelar di Hotel Horison TC UPI, Kamis (22/1/2026).

Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Serang yang empat kali berturut-turut meraih juara umum MTQ tingkat kabupaten. Namun demikian, menurutnya prestasi tersebut harus diarahkan secara berkelanjutan agar mampu bersaing minimal di tingkat provinsi.

“Prestasi ini bukan hanya untuk dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan. Kita niatkan bersama agar capaian Kabupaten Serang bisa diakui dan diwujudkan minimal di tingkat provinsi,” ujarnya.

Uesul menjelaskan bahwa sebagian besar cabang MTQ bersifat subjektif dalam penilaian, kecuali cabang cerdas cermat yang dinilai objektif. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pola standarisasi yang jelas, baik dalam rekrutmen peserta, pembinaan, maupun penetapan dewan hakim.

“Jangan sampai MTQ ini ternodai oleh kepentingan pribadi, seperti karena anak, keponakan, atau murid sendiri. Juara di kabupaten belum tentu mampu bersaing di provinsi jika tidak melalui standar yang benar,” tegasnya.

Menurutnya, pembinaan cabang-cabang seperti tahfidz dan tilawah tidak cukup hanya mengandalkan bakat, tetapi harus melalui seleksi dan pembinaan yang terukur. Bahkan, kualitas dewan hakim juga perlu distandarisasi berdasarkan pengalaman dan kompetensi agar penilaian lebih objektif.

Ia juga mendorong agar LPTQ tidak hanya berorientasi pada keberhasilan event semata, tetapi fokus pada sistem pembinaan jangka panjang. Seluruh kecamatan, kata dia, harus dilibatkan dalam menyiapkan peserta potensial sejak dini menuju MTQ tingkat provinsi.

“Standarisasi rekrutmen wajib dibarengi pembinaan berkelanjutan. Kita ingin peserta benar-benar siap, bukan hanya tampil saat lomba, tetapi memiliki indikator kemampuan yang jelas dan progres yang terukur,” katanya.

Uesul menambahkan, kolaborasi antara tokoh senior dan pembina muda tetap diperlukan, dengan pembagian peran yang jelas. Ia berharap semangat Ketua dan jajaran pengurus LPTQ saat ini dapat dimanfaatkan untuk memantapkan sistem yang berkelanjutan.

“Intinya, dalam merekrut peserta MTQ, jangan melihat siapa orangnya, tapi lihat kemampuannya. Ini komitmen kita bersama untuk kemajuan MTQ dan pengembangan Al-Qur’an di Kabupaten Serang,” pungkasnya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed