Banten– kemajuanrakyat.id-Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyampaikan aspirasi petani Hunian Sementara (HUNTARA) Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema ketahanan pangan nasional.
Dalam forum, Bagas menyoroti kondisi petani HUNTARA Lebak Gedong yang hingga kini masih terdampak bencana tahun 2020 dan menghadapi keterbatasan sarana produksi, terutama minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Sudah hampir enam tahun pascabencana, masyarakat HUNTARA Lebak Gedong masih bertahan dalam keterbatasan. Petani kita adalah bagian penting dari ketahanan pangan, tetapi masih menghadapi keterbatasan alat yang sangat mendasar,” ujarnya Rabu, (6/5/2026).
Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada penyediaan hunian semata, melainkan harus diikuti dengan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
“Pemulihan seharusnya tidak hanya fokus pada hunian, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. Tanpa dukungan alsintan dan program pemberdayaan yang tepat, petani akan semakin tertinggal,” tuturnya.
Bagas juga mendorong Kementerian Pertanian untuk memberikan perhatian khusus terhadap wilayah terdampak bencana dengan memastikan distribusi alsintan dan program bantuan benar-benar tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan. Pemerintah, katanya, berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan sarana dan prasarana serta dukungan bagi petani di wilayah terdampak bencana.
“Pemerintah terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, termasuk peningkatan alsintan dan dukungan untuk petani di daerah terdampak,” jelasnya.
FGD tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, pemuda, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan komitmen Pemuda Berdampak untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan.
“Pemuda Berdampak akan terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya petani di wilayah terdampak bencana, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil,” tutupnya.
(Yuyi Rohmatunisa)










Komentar