Banten – kemajuanrakyat.id-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menegaskan komitmen BI dalam mendorong penguatan UMKM dan pengembangan sektor pariwisata melalui digitalisasi sistem pembayaran.
Ameriza menjelaskan, BI turut berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan tradisi Seba Baduy dengan menghadirkan berbagai dukungan, termasuk penyediaan ruang promosi bagi UMKM binaan.
“Kita memberikan dukungan melalui display produk UMKM binaan BI, serta ikut meramaikan kegiatan dengan menampilkan karya-karya unggulan dari Banten,” ujarnya kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (29/4/2026), dalam rangka kegiatan Sensus Ekonomi 2026.
Selain promosi produk, BI juga memperkuat implementasi pembayaran digital menggunakan QRIS di kawasan Baduy Luar. Inisiatif ini ditujukan untuk memudahkan wisatawan dalam bertransaksi, termasuk saat membeli tenun khas Baduy.
“Wisatawan kini tidak harus membawa uang tunai. Pelaku UMKM, khususnya penjual tenun, sudah bisa menerima pembayaran melalui QRIS,” katanya.
Dalam upaya mendorong pariwisata, BI juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi destinasi unggulan, salah satunya Pantai Sawarna. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik besar namun masih membutuhkan penguatan dari sisi promosi dan akses.
BI juga menggagas program promosi wisata berbasis QRIS, seperti perjalanan ke kawasan Baduy dengan tarif hanya Rp1 dari Serang ke Ciboleger. Program tersebut rencananya akan diperluas ke destinasi lain.
“Kemudahan transaksi dan adanya promosi diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan,” jelasnya.
Selain itu, BI mengusulkan pengembangan akses transportasi menuju destinasi wisata agar lebih dekat dengan pusat wisatawan, seperti Tangerang Selatan, termasuk kawasan BSD dan Bintaro Jaya.
Lebih lanjut, BI bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Pariwisata juga tengah menjajaki pengembangan desa wisata di wilayah Pandeglang. Sejumlah lokasi dinilai memiliki potensi besar dari segi alam dan sumber daya lokal.
Ameriza menambahkan, pengembangan pariwisata akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk lokal seperti kopi dari Gunung Karang.
“Bukan hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Usaha kecil bisa berkembang, bahkan omzet harian bisa mencapai jutaan rupiah,” pungkasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)














Komentar