oleh

Pembangunan Gedung SMK Atmanegara di Cikarang Timur di Keluhkan Warga dan Diduga Belum Kantongi Izin

Kabupaten Bekasi, Kemajuanrakyat.id – Pembangunan gedung sarana belajar mengajar milik SMK Atmanegara yang berlokasi di Kampung Rengas Sepuluh, RT 02/06, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan publik, Selasa (10/3/2026).

Proyek pembangunan yang direncanakan memiliki delapan ruang kelas bertingkat tersebut diketahui telah mencapai progres sekitar 60 persen. Namun, kegiatan pembangunan itu diduga belum mengantongi izin lengkap serta belum melakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun lingkungan setempat.

Saat dikonfirmasi, salah satu pengawas pembangunan mengaku tidak mengetahui terkait perizinan proyek tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya bertanggung jawab pada pengawasan pekerjaan konstruksi di lapangan.

“Saya tidak tahu tentang masalah perizinan, Pak. Saya hanya bertugas mengawasi proses kerja saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labansari, Amak Gozali, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa pihak yayasan pemilik sekolah belum melakukan pengajuan izin maupun koordinasi dengan pemerintah desa dan warga sekitar.

Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti, apalagi kegiatan pembangunan sudah berjalan. Kami akan menindaklanjuti terkait penegakan peraturan daerah dan meminta pihak yayasan untuk segera melengkapi seluruh izin yang diperlukan sebelum melanjutkan pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan izin lingkungan dari pihak yayasan.

“Bahkan izin lingkungan saja tidak ada, apalagi koordinasi ke wilayah setempat mengenai rencana pembangunan sekolah ini. Seharusnya pihak yayasan terlebih dahulu melakukan komunikasi dan mengurus semua prosedur yang berlaku agar kegiatan berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Selain persoalan perizinan, aktivitas pembangunan juga dikeluhkan oleh warga sekitar. Salah satu warga Kampung Rengas Sepuluh, Bewok, mengaku terdampak oleh debu yang ditimbulkan dari aktivitas proyek.

“Ada pengaruh tanah yang sangat mengganggu karena debu terus menerus beterbangan ketika cuaca kering. Hal ini menyebabkan polusi udara yang memicu gangguan pernapasan, mata perih, serta mengotori rumah dan bangunan di sekitar,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi jalan di sekitar lokasi proyek yang mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan proyek.

“Debu dan aktivitas konstruksi juga menyebabkan kerusakan jalan. Banyak bagian yang muncul retakan-retakan dan menjadi tidak rata. Ini sangat mengganggu aktivitas lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yayasan SMK Atmanegara belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan belum lengkapnya perizinan serta keluhan dari warga sekitar.

(Di)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed