oleh

HMI Serang Ikut Gerakan Pelestarian Sungai Cibanten

Serang–kemajuanrakyat.id-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar Jaringan Nasional (JarNas) Pemuda Hijau di kawasan hilir Sungai Cibanten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem sungai.

Penanaman pohon tersebut melibatkan sejumlah elemen lintas sektor, antara lain Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI), Komunitas Peduli Sungai Banten, Fesbuk Banten, Kwartir Daerah Pramuka Banten, Mahakarya Bhumi Hambalang, serta berbagai komunitas pemerhati lingkungan di Provinsi Banten.

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Banten, Ketua DPRD Kota Serang, Kapolresta Serang Kota, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten dan Kota Serang.

Sekretaris Jenderal JarNas Pemuda Hijau, Marten, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Pelestarian lingkungan membutuhkan peran bersama, mulai dari organisasi masyarakat, pemuda, akademisi, hingga komunitas akar rumput. Penanaman pohon harus dilakukan secara berkelanjutan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

HMI Cabang Serang diwakili Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), Anang M Faisal. Ia menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam merespons persoalan lingkungan.

“Permasalahan lingkungan tidak bisa ditangani secara terpisah. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar upaya pelestarian dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” kata Anang.

Menurutnya, Sungai Cibanten memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga perlindungan ekosistem sungai perlu menjadi perhatian bersama.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai berarti menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.

Anang menambahkan, pelestarian lingkungan juga harus disertai pengawalan kebijakan dan advokasi terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.

“Mahasiswa dan pemuda memiliki peran strategis untuk mengingatkan dan mengawal komitmen negara dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed