oleh

Perkuat Pembinaan, LPTQ Serang Prioritaskan Putra Daerah

Serang – kemajuanrakyat.id-Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Serang menargetkan perubahan besar dan menyeluruh pada tahun 2026, terutama dalam peningkatan kualitas peserta dan kesejahteraan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Ketua LPTQ Kabupaten Serang, H. Budi Haryadi, SH, mengatakan selama ini persoalan utama yang dihadapi LPTQ adalah kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan peserta, sehingga banyak potensi daerah yang justru berpindah ke kabupaten/kota lain.

“Pada 2026 harus ada perubahan signifikan secara total. Kita ingin peserta asal Kabupaten Serang tidak lagi tergiur pindah ke daerah lain hanya karena persoalan uang saku,” ujarnya kepada wartawan usai kegiatan Rapat Kerja (Raker) LPTQ Kabupaten Serang di Hotel Horison TC UPI Serang, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, LPTQ Kabupaten Serang berkomitmen menggandakan anggaran uang saku bagi peserta maupun dewan hakim. Selain itu, bonus bagi peserta MTQ tingkat Provinsi juga akan ditambah hingga 50 persen.

“MTQ itu jangan hanya seremonial. Yang terpenting adalah kualitas peserta. Jangan sampai kita hanya mengirim satu atau dua orang, tapi kualitasnya kurang baik. Ke depan, kami tidak ingin lagi mengecewakan dan merasa malu sebagai pengurus LPTQ,” tegasnya.

Budi menambahkan, peningkatan kesejahteraan peserta menjadi prioritas utama agar pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa LPTQ bukanlah tempat untuk mencari keuntungan pribadi.

“Intinya, jangan mencari uang di LPTQ. Cari uanglah di luar. LPTQ ini untuk pembinaan dan pengabdian,” katanya.

Dalam kesempatan, Budi juga mengungkapkan rencana pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Serang yang akan digelar secara bergilir di kecamatan. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk pemerataan pembinaan serta mendekatkan syiar Al-Qur’an kepada masyarakat.

“MTQ kabupaten nanti bisa dilaksanakan di Pontang, Mancak, atau kecamatan lain. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tujuannya agar masyarakat ikut merasakan, terpancing semangatnya, dan keberkahan Al-Qur’an bisa melahirkan generasi penerus yang gemar mengaji,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, LPTQ memperkirakan kebutuhan dana sekitar Rp.100 juta per kecamatan, dengan total anggaran kabupaten mencapai Rp.3,5 miliar. Budi mengapresiasi dukungan penuh Bupati Serang yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan MTQ.

“Bupati sangat mendukung. Beliau mengatakan anggaran akan ditingkatkan secara bertahap jika hasilnya baik. Ini karena beliau memang hobi membaca Al-Qur’an dan merupakan keturunan kiai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi memastikan bahwa peserta MTQ wajib berasal dari Kabupaten Serang. Pembinaan akan difokuskan pada putra daerah melalui pelatihan yang terencana dan berkelanjutan.

“Tidak bisa ujug-ujug ikut lomba tanpa pembinaan. Dari pembinaan itulah kita matangkan peserta agar siap dan berprestasi,” katanya.

Melalui Raker LPTQ, Budi menegaskan dua program utama yang menjadi fokus ke depan, yakni pembinaan peserta secara berkelanjutan dan penyiapan dewan hakim yang berintegritas, profesional, jujur, serta bekerja efektif dengan dukungan sistem teknologi informasi.

“Dengan sistem yang semakin canggih, saya ingin semuanya berjalan transparan dan sungguh-sungguh,” tuturnya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed