Jakarta–Kemajuanrakyat id-Perjalanan panjang selama 44 tahun sebagai kader partai politik menjadi pengalaman yang menginspirasi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Prof. (HC). Dr. dr. Ribka Tjiptaning Proletariaty, A.Ak., untuk menuangkan pemikiran, pengalaman, serta refleksi perjuangannya melalui sebuah buku berjudul Catatan Seorang Kader.
Buku tersebut direncanakan menjadi ruang refleksi perjalanan politik seorang kader, sekaligus menyampaikan pesan tentang ideologi, konsistensi, kesetiaan, dan keberpihakan kepada rakyat.
Dalam catatan dan pandangannya mengenai perjalanan 44 tahun berpolitik, Ribka menyebut masa perlawanan sebagai salah satu fase penting yang membentuk pengalaman perjuangannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mempertahankan keyakinan dan konsistensi sebagai kader partai.
Menurut Ribka, konsistensi merupakan hal mendasar untuk mempertahankan idealisme dan keberpihakan kepada rakyat di tengah dinamika politik yang semakin pragmatis, katanya Selasa, (3/11/2026).
Ia juga memberikan pandangan kritis mengenai perkembangan partai politik saat ini. Menurutnya, partai politik telah menghadapi kecenderungan menjadi tujuan bagi kepentingan tertentu, bukan semata-mata sebagai alat perjuangan rakyat.
Pandangan tersebut menjadi salah satu refleksi yang ingin diangkat dalam buku Catatan Seorang Kader.
Terkait tantangan kader muda, Ribka menilai pragmatisme menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai. Militansi dan ideologi, menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui pernyataan atau kegiatan seremonial, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
“Ia juga menyoroti pentingnya keberanian kader dalam menghadapi situasi ketika keputusan partai tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat,”tegasnya.
Menurut Ribka, kondisi tersebut menjadi ujian bagi seorang kader untuk menentukan keberpihakannya, apakah tetap mengutamakan kepentingan rakyat atau hanya mengikuti kepentingan partai yang dinilai mulai menjauh dari rakyat.
Melalui buku ini, Ribka ingin menyampaikan pesan agar kader tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata. Kader harus terus turun ke tengah masyarakat, mendengar persoalan rakyat, serta hadir memberikan kontribusi nyata.
Setelah 44 tahun menjalani perjalanan politik, ia berharap partai politik ke depan kembali menjadi harapan rakyat. Ia juga menginginkan demokrasi Indonesia berjalan secara substantif, bukan sekadar demokrasi yang tampak di permukaan.
Bagi Ribka, ada satu nilai yang tidak boleh hilang dari diri seorang kader, yakni kesetiaan. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan dan komitmen terhadap keyakinan yang diperjuangkan.
Rencana peluncuran buku Catatan Seorang Kader diharapkan tidak hanya menjadi momentum penerbitan sebuah karya, tetapi juga ruang dialog dan refleksi bagi kader partai, generasi muda, serta masyarakat luas mengenai makna pengabdian, ideologi, dan politik yang berpihak kepada rakyat.
“Buku ini menjadi catatan perjalanan seorang kader sekaligus pengingat bahwa politik seharusnya tidak berhenti pada perebutan kekuasaan, melainkan tetap berorientasi pada kepentingan dan harapan masyarakat,”ungkapnya.
(Yuyi Rohmatunisa)














Komentar